SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI SEMOGA BERMANFAAT BAGI ANDA TERIMAKASIH TELAH MENGUNJUNGI BLOG KAMI

Minggu, 27 Mei 2012

LAPORAN PRAKTIKUM LEMAK



I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam tubuh manusia terdapat berbagai zat-zat yang berfungsi sebagai pembangun dan penghasil energi yang digunakan oleh tubuh untuk melakukan aktivitas. Zat-zat tersebut didapatkan oleh tubuh melalui bahan makanan yang kita konsumsi. Namun apabila bahan makanan yang kita konsumsi terlalu berlebihan, maka akan menyebabkan efek yang kurang baik bagi tubuh kita seperti timbulnya penyakit. Salah satu zat-zat tersebut adalah lemak. Lemak merupakan zat yang berasal dari makanan dan juga sebagai bentuk cadangan makanan yang disimpan dalam tubuh. Lemak didapat oleh tubuh melalui bahan makanan seperti daging, ikan, susu, dan bahan makanan lainnya. Banyaknya lemak yang terdapat dalam tubuh tergantung pada jumlah kandungan lemak dan jumlah makanan yang kita konsumsi (Anonim, 2009).
Lemak atau lipida yang terdapat dalam tubuh kita harus seimbang, artinya kandungannya tidak boleh berlebihan ataupun kekurangan. Jika kita kelebihan lemak, maka kita akan mengalami berbagai penyakit seperti obesitas atau kegemukan, serangan jantung, hipertensi, dan peyakit berbahaya lainnya. Sebaliknya jika kita kekurangan lemak, kita juga dapat terkena penyakit seperti kekurangan gizi. Pada saat dingin lemak dibakar oleh tubuh untuk menghasilkan energi atau pada saat kita tidak makan dan membutuhkan energi. Tubuh kita mempunyai system kerja yang kompleks, sehingga dapat melakukan kegiatan metabolisme dengan baik selama tubuh kita sehat. Termasuk kegiatan membakar lemak menjadi energi.
Secara garis besar lemak yang kita konsumsi ada dua jenis, yaitu lemak nabati dan lemak hewani. Lemak nabati merupakan lemak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Sedangkan lemak hewani merupakan lemak yang berasal dari hewan. Contoh lemak nabati adalah lemak yang berasal dari kacang-kacangan. Dan contoh lemak hewani adalah lemak yang berasal dari daging hewan seperti daging sapi yang sering kita konsumsi. Semua jenis lemak ini harus dikonsumsi secara teratur dan seimbang. Lemak dapat juga digunakan sebagai penyedap makanan. Sehingga kita lebih tertarik untuk mengkonsumsi makanan tersebut.
Dalam tiap 1 gram lemak, tedapat kandungan kalori sebesar 9 kalori. Selain yang telah disebutkan di atas, lemak juga berfungsi sebagai pelarut vitamin A, D, E, K, dan sebagai pelindung alat-alat tubuh (Sulaiman, 1996).
Lemak tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organic. Lemak sama halnya dengan zat-zat tubuh lainnya, lemak juga tersusun dari unsure seperti karbon (C), nitrogen (N), oksigen (O), phosphor (P), dan hydrogen (H). Semua unsur-unsur ini bergabung dan membentuk ikatan yang merupakan ikatan dari lemak (Girindra, 1990).

B. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat lemak.



II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Lemak sederhana
Lemak jenis ini bila dihidrolisis akan menghasilkan suatu alcohol, biasanya berupa gliserol, serta menghasilkan asam lemak. Contohnya ialah triasigliserol yang disebut juga trigliserida, ditemukan dalam serum, minyak kelapa dan minyak lain dari berbagai makhluk hidup. Minyak adalah yang dalam suhu biasa berada dalam bentuk cair. Lemak yang dalam suhu biasa berada dalam bentuk padat disebut sebagai lemak saja. Konsistensi cair atau padat dalam suhu ruang ini ditentukan oleh jumlah atom C yang menysun asam lemak dari TG. Makin panjang rantai C biasanya makin padat. Selain itu juga ditentukan oleh jumlah ikatan rangkap antar atom C. makin banyak ikatan rangkap maka konsistensi semakin cair. Lemak yang banyak mengandung ikatan rangkap ini disebut asam lemak esensial yang harus ada dalam makanan. Pada umumnya lemak tumbuhan berupa minyak karena rantai C penyusunnya, asam lemaknya agak lebih pendek dan jumikatan rangkapnya relative lebih banyak.
B. Lemak majemuk
Lemak jenis ini bila dihidrolisis akan menghasilkan suatu alcohol. Suatu asam lemak dan senyawa lain yang bukan alcohol maupun asam lemak. Senyawa ini dapat berupa asam fosfat, asam amino, basa organic seperti kolin atau betadin. Pada umumnya lemak majemuk ini bermuatan listrik atau paling tidak mempunyai pengkutuban muatan dalam molekulnya, sehingga menjadi lebih mudah berinteraksi dengan air. Lemak majemuk ini ikut menyusun lemak, asam lemak dengan ikatan rangkap atau ikatan tidak jenuh dan asam lemak tanpa ikatan rangkap atau ikatan asam lemak jenuh, kolesterol dan berbagai macam senyawa steroid. Lemak majemuk ini ikut menyusun membrane sel dan juga selubung sel serat syaraf.
C. Turunan lemak
Yang dimaksud dengan turunan lemak yaitu berbagai senyawa yang diperoleh dari atau pemecahan kedua jenis lemak terdahulu. Jadi yang termasuk dalam kelompok ini adalah gliserol dan berbagai alcohol lain yang ikut menyusun lemak. Asam lemak dengan ikatan rangkap atau ikatan tidak jenuh dan asam lemak tanpa ikatan atau asam lemak jenuh, kolesterol dan berbagai macam senyawa steroid seperti hormone steroid (kortisol, prednisone, estrogen, progesterone, testoteron, dan aldosteron. Selain itu meskipun bukan termasuk lemak perlu juga diketahui bahwa vitamin-vitamin ini tidak larut dalam air dan hanya larut dalam lemak atau pelarut lemak. Vitamin ini seperti vitamin A, D, E, dan vitamin K yang memerlukan lemak untuk diserap atau untuk melakukan absorbsi pada tubuh dan digunakan didalam tubuh.


B. Pembahasan
Pada praktikum kali ini praktikan melakukan praktikum tentang lemak yang bertujuan untuk melihat atau mengetahui sifat-sifat lemak. Bahan yang digunakan adalah minyak curah, minyak bimoli, margarine, dan keju.
Uji yang dilakukan pada praktikum ini adalah uji titik cair dan titik beku dan uji penyabunan. Untuk minyak fortune pada uji titik cair, minyak tersebut dipanaskan dalam air, dimana pada saat minyak fortune ini mulai mencair pada saat suhu air sebesar 98 ̊C dengan kondisi suhu awal air yaitu sebesar 30̊C. Ini menandakan bahwa minyak fortune dapat mencair pada suhu tertentu. Sedangkan pada uji titik beku, yaitu dengan cara minyak fortune dimasukkan atau didinginkan pada air yang didinginkan dan didapatkan hasil bahwa minyak fortune mulai membeku pada suhu air 14̊C dengan suhu awal air tersebut adalah sebesar 29̊C. Ini berarti minyak fortune juga dapat membeku pada suhu tertentu. Pada uji penyabunan dengan bahan margarine yang ditambahkan dengan larutan KOH didapatkan hasil pada adanya 2 lapisan pada margarine tersebut, dimana pada lapisan atas lebih jernih dan yang bawah lebih keruh. Sedangkan pada saat margarine ditambahkan dengan larutan NaOH diperoleh hasil bahwa margarine mulai mengalami perubahan pada saat dipanaskan pada suhu air 97 ̊C, dimana pada suhu tersebut terdapat buih dan lapisan atas lebih pekat daripada lapisan bawah.
Hasil yang didapat pada uji titik cair pada minyak curah, yaitu minyak curah mulai mencair pada saat dipanaskan dalam air yang bersuhu 98 ̊C dengan keadaan awal atau suhu awal sebesar 30 ̊C. Dan pada uji titik beku didapatkan bahwa minyak curah akan membeku pada suhu air 10 ̊C dengan keadaan awal sebesar 30 ̊C. Untuk memperoleh titik cair dan titk beku diperlukan waktu yang dan suhu yang sesuai dengan kodisi bahan sehingga akan tercapai keadaan dimana bahan mengalami bentuk cair dan bentuk beku. Uji penyabunan menunjukkan adanya gelembung saat menggunakan NaOH dan adanya warna keruh pada saat menggunakan KOH.
Bahan terakhir yang digunakan dalam praktikum ini adalah keju. Uji penyabunan pada keju yang ditambahkan dengan larutan KOH menunjukkan bahwa pada saat suhu 96 ̊C, keju yang pada awalnya berwarna kekuning-kuningan berubah menjadi kuning keputihan dan adanya buih pada dinding tabung reaksi. Sedangkan pada saat keju ditambahkan dengan larutan NaOH diperoleh hasil bahwa pada suhu air 98 ̊C keju mulai mengalami perubahan dimana warna keju menjadi keputihan dana adanya buih pada dinding tabung reaksi.
Lama atau tidaknya waktu yang dibutuhkan untuk titik beku dan titik cair sangat dipengaruhi oleh jenis bahan yang dipakai. Komponen-komponen lemak yang ada pada bahan praktikum ini memiliki kandungan yang berbeda-beda dan menyebabkan perbedaan suhu dan waktu.

V. KESIMPULAN
Dari praktikum lemak yang telah dilaksanakan, maka dapat dismpulkan bahwa :
1. Lemak merupakan sumber energi terbesar yang ada tubuh manusia.
2. Menurut ikatannya, asam lemak dibagi menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh.
3. Lemak menurut asalnya dibagi menjadi dua yaitu lemak nabati dan lemak hewani.
4. Lemak merupakan sumber asam lemak esensial yang dapat diubah menjadi makanan oleh tubuh.



DAFTAR PUSTAKA
Girindra, A. 2000. Biokimia I. Gramedia. Jakarta.

Wikipedia. 2004. Lemak. (online) (http//. id.wikipedia.org. diakses 10-11-2009).

Poejiadi, A. 2002. Dasar-dasar Biokimia. Universitas Indonesia Press.Jakarta.

Sulaiman, H. A. 2006. Dasar-dasar Biokimia untuk Pertanian. Universitas
Sumatera Utara Press. Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar